5 Desa Terendam di Kampar

200 KK di Rumbai Mengungsi

BANGKINANG-Akibat hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir ini menyebabkan permukaan air Sungai Tapung di Kampar meluap hingga merendam hampir seribu rumah warga di lima desa di dua kecamatan. Kelima desa tersebut yakni Desa Danau Lancang di Kecamatan Tapung Hulu dan empat desa di Kecamatan Tapung Hilir yakni Desa Koto Garo, Desa Tandan Sari, Desa Koto Aman dan Desa Sekijang. Bendahara Sekretariat Satuan Pelaksana Penanggulangan Banjir (Satlak PB) Kabupaten Kampar Asri yang dihubungi Riau Mandiri saat berada di lokasi banjir di Desa Koto Garo bersama empat orang petugas, Kamis (11/9), mengungkapkan, banjir di Desa Danau Lancang merendam 500 unit rumah, Desa Koto Garo (100 unit rumah), Desa Tandan Sari (75 unit), Desa Koto Aman (50 unit), dan Desa Sekijang banjir merendam 25 unit rumah. Dikatakan Asri, banjir yang mulai bergerak naik pada 6 September 2008 lalu, kini sudah berangsur surut. Bahkan untuk Desa Danau Lancang sudah mendekati normal. Saat banjir, permukaan air naik hingga 3 meter. Untuk empat desa di Tapung Hilir banjir telah mulai surut hingga satu meter sehingga ketinggian air dari permukaan normal tinggal dua meter lagi. Puncak banjir terjadi pada 8-9 September 2008.

Dijelaskannya, rencananya Pemprov Riau melalui BKS Provinsi Riau akan menyalurkan bantuan untuk korban banjir di lima desa tersebut pada hari ini, Jumat (12/9). Jumlah bantuan yang akan disalurkan sebanyak 5 ton beras ditambah dengan bantuan seperti lain alat memasak, tenda dan perahu karet. “Kami di lapangan juga dalam rangka persiapan menunggu kedatangan bantuan dari Pemprov,” jelas Asri. Ketika disinggung berapa kerugian materi ,menurut Asri, saat ini masih dalam pendataan dan belum ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut. “Kerugian sedang didata,” ujarnya. Sementara itu Gubernur Riau Wan Abubakar hari ini direncanakan akan meninjau daerah yang terkena banjir, Kampar dan Rohul. “Kita sudah dapat kabar, dan hari ini kita instruksikan BKS Riau turun ke lapangan untuk survei lokasi dan mengambil langkah-langkah yang perlu dilakukan secepatnya,” kata Wan kepada wartawan di sela-sela safari Ramadhan ke Selat Panjang, kemarin.

Mulai Mengungsi
Sementara itu dari Rumbai dilaporkan, banjir yang melanda kawasan Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir akibat meluapnya Sungai Siak khususnya di Kelurahan Palas, Sri Meranti dan Meranti Pandak terus meluas. Hingga kemarin, sudah 200 kepala keluarga (KK) dari Kelurahan Palas dan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai mengungsi. Camat Rumbai, HM Jamin Nur ketika dikonfirmasi, kemarin, mengatakan 200 KK yang mulai mengungsi tersebut saat ini berada di tenda-tenda darurat termasuk tinggal di rumah-rumah saudara mereka yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka. “Saat ini ketinggian air sudah mencapai antara 56 cm hingga 130 cm, akibatnya rumah-rumah warga sudah terendam, sehingga mereka terpaksa mengungsi ke tempat yang aman,” ujar Jamin Nur.

Menurut Jamin, apabila kondisi air Sungai Siak terus beranjak naik, maka dikuatirkan banjir akan terus meluas dan jumlah warga yang mengungsi akan terus bertambah. Sementara itu, Sekretaris Satkorlak banjir Pemko Pekanbaru, Indra Kesuma mengatakan saat ini, pihaknya sudah menerima laporan dari Camat tentang jumlah warga yang mengungsi serta permintaan tenda bagi pengungsi. “Namun saat ini pihak PMI Kota Pekanbaru sudah mengirimkan 3 tenda, kemudian Dinas Sosial juga sudah mengirim tenda termasuk perahu karet yang digunakan untuk mengevakuasi barang-barang milik warga,” ujar Indra.

Selain itu, pihaknya juga akan menyerahkan bantuan berupa beras kepada warga yang terkena banjir, sebab saat ini Satkorlak mempunyai stok beras, namun sebelumnya pihak Satkorlak akan menghitung berapa permintaan dari pihak kecamatan atau kelurahan. Sementara itu Walikota Pekanbaru Herman Abdullah mengaku sudah memanggil instansi terkait untuk bersama-sama menangani banjir dan warga yang mengungsi. “Kita sudah dapat laporan camat. Warga sudah mulai mengungsi, terutama di Kelurahan Palas. Oleh karena itu dinas terkait seperti Dinas Sosial diminta untuk menyiapkan bantuan kepada warga yang terkena musibah, baik tenda atau beras. Disperindag juga diminta menyiapkan bahan pokok keperluan warga yang mengungsi sekaligus minyak tanah yang banyak dibutuhkan warga,” ujar Wako.

Menurut Wako, untuk membantu menangani banjir ini, pihak terkait seperti PMI dan pramuka juga sudah dikerahkan untuk membantu warga bersama Diskes. Wako minta pihak Diskes bisa memberi pengobatan kepada warga yang membutuhkan. Ketika ditanyakan kapan akan mengunjungi pengungsi, Wako mengaku akan mencari waktu yang tepat. “Nanti kita tinjau. Sekarang bagaimana logistik terpenuhi dulu,” imbuhnya. (oni,hai,don)

Incoming search terms:

  • desa sekijang provinsi riau
This entry was posted in Headline. Bookmark the permalink.

Comments are closed.