Commonwealth Bank Tennis Classic
NUSA DUA-Meski nyaris kalah di set kedua, Su-wei Hsieh/Peng Shuai akhirnya menjuarai ganda putri Commonwealth Bank Tennis Classic yang mengalahkan Nadia Petrova/Marta Domachowska (Rusia/Polandia), Minggu (14/9) di Center Court kompleks Grand Hyatt Nusa Dua. Di set pembuka, Hsieh/Peng melesat untuk unggul cepat 3-0. Namun Petrova/Domachowska bangkit dan menyusul hingga skor 3-3. Kejar mengejar skor terjadi hingga posisi 6-6 sebelum akhirnya Petrova/Domachowska menang 7-6 tie break 7-4. Pertarungan ketat menjadi warna utama set kedua. Skor kedua pasangan susul menyusul hingga angka 3-3. Petrova/Domachowska kemudian memimpin 5-3 sebelum disamakan jadi 5-5.
Petrova/Domachowska sempat memperoleh match point dalam posisi unggul 6-5 (40-15). Namun liatnya permainan duet Hsieh/Peng membuat skor jadi sama kuat 6-6 hingga harus terjadi tie break lagi. Hsieh/Peng langsung unggul 5-0 dan Petrova/Domachowska hanya sanggup merebut tiga poin hingga Hsieh/Peng mengakhiri permainan dengan kemenangn 7-3. Di set penentuan yang memakai sistem super tie-break, kejar mengejar skor masih terjadi hingga posisi 5-5. Hsieh/Peng kemudian unggul 7-5 sebelum disamakan jadi 7-7. Pada akhirnya, permainan ganda gado-gado Taiwan/China itu tak terbendung dan menang 10-7 serta berhak atas titel jawara nomor ganda. Hsieh/Peng diganjar hadiah AS$ 10.500 dan Petrova/Domachowska mendapat AS$ 5.700. Bagi Peng, ini adalah titel ganda ketiga dalam karirnya. Demikian juga bagi Hsieh, gelar di Bali ini merupakan koleksi ketiganya.
Final tak Terduga
Di bagian tunggal putri, kemenangan belum bisa dipastikan. Pasalnya, hasil mengejutkan dengan lolosnya Tamira Paszek ke final Commonwealth Bank Tennis Classic adalah kejutan terbesar. Final yang mempertemukan Tamira dengan Patty Schnyder merupakan sebuah final tak terduga. Beda dengan Schnyder yang diunggulkan di tempat kedua, Paszek datang ke Bali sebagai petenis yang sama sekali tidak diunggulkan. Namun Paszek sukses menyingkirkan tiga petenis unggulan yang peringkatnya jauh berada di atasnya. Dimulai dari Sara Errani di babak kedua, berlanjut dengan Flavia Pennetta dan terakhir Daniela Hantuchova.
Dengan catatan sukses tersebut, Paszek sangat layak diwaspadai oleh Schnyder. Itu diakui sendiri oleh petenis Swiss tersebut pasca ia memenangi partai semifinal melawan Nadia Petrova, Sabtu (13/9/2008). “Paszek adalah remaja dengan masa depan cerah. Undiannya berat tapi ia menumbangkan petenis-petenis tangguh,” komentar Schnyder tentang calon lawannya yang baru berusia 17 tahun itu. Schnyder sendiri cukup mulus melangkah ke partai puncak. Dengan permainannya yang konsisten, petenis 29 tahun itu melangkah mantap dengan menyingkirkan Meng Yuan, Marta Domachowska dan Nadia Petrova.
Schnyder memang wajib waspada dengan Paszek. Sebaliknya bagi Paszek, tak akan mudah baginya untuk bisa mengulangi kejutan yang sudah ia cetak di tiga partai sebelumnya. “Saya sudah tiga kali bertemu Patty. Partai final nanti akan berat. Kami berteman baik, namun saya tidak sabar menunggu partai ini,” ungkap Paszek.
Schnyder akan lebih diunggulkan untuk memenangi partai puncak kali ini, sekaligus gelar WTA Tour pertamanya semenjak tahun 2005. Namun Paszek memiliki potensi untuk ‘meledak’ dan menuntaskan kejutan yang telah dibuatnya sejauh ini dengan titel juara. (dtc,ril)