SBY Zero Option
MEDAN- Presiden Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring mengatakan, partainya belum tentu kembali mendukung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Pemilu 2009 mendatang. Menurut Tifatul, seluruh kandidat calon presiden memiliki bobot yang sama di mata PKS. Bahkan, penilaian sama ini juga terhadap Presiden SBY. Lebih lanjut Tifatul mengatakan, dari sejumlah riset, koalisi PKS dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) merupakan koalisi yang dianggap bisa mendatangkan pemilih dalam jumlah paling besar. Menurut dia, melihat riset ini, sangat mungkin PKS menggandeng Megawati dalam pemilihan presiden tahun 2009.
“Terhadap SBY, PKS menerapkan zero option setelah koalisi kami berakhir tahun 2009. Akan ada pertimbangan ulang. Semua kandidat calon presiden akan kami pertimbangkan sama,” ujar Tifatul di Medan, Minggu (14/9). Tifatul mengungkapkan, sangat mungkin usai pemilu legislatif mendatang pilihan PKS dalam berkoalisi menghadapi pemilihan presiden tidak sama lagi dengan 2004. Menurut Tifatul, mendasarkan pada sejumlah riset yang menunjukkan koalisi dengan PDI-P bisa menjaring suara pemilih paling banyak, sangat mungkin PKS menggandeng Megawati pada pemilu presiden. Koalisi partai Islam dengan partai nasionalis tersebut dinilai merupakan pilihan koalisi yang bisa mendatangkan pemilih paling banyak. “Hasil riset malah menyebut, jika PKS berkoalisi dengan PDI-P, maka dapat mendatangkan jumlah pemilih paling banyak,” ujar Tifatul sembari menyebut keberhasilan koalisi PKS dan PDI-P pada beberpa pemilihan kepala daerah.
Kalangan Muda
Dengan perkembangan ini, Tifatul mengesampingkan pendapatnya mengenai calon presiden dari kalangan muda yang pernah dilontarkannya beberapa waktu lalu, karena memilih Megawati sebagai calon presiden. Hanya saja, menurut dia, presiden dari kalangan muda memang bakal jadi keniscayaan di waktu mendatang. “Pemilu 2009 ini akan jadi kesempatan terakhir bagi calon presiden yang usianya di atas 60 tahun,” katanya. Terkait koalisi dengan PDI-P, Tifatul mengakui bahwa PKS telah berkomunikasi sangat aktif dengan petinggi PDI-P. “Beberapa kali kami saling berkomunikasi dengan Pak Taufik (Kiemas). Kami pun saling hadir dalam acara kedua partai,” katanya.
Sebagai partai berasaskan Islam, PKS, kata Tifatul, juga tak terlalu mempermasalahkan calon presiden perempuan. “Bagi PDI-P, kan, Megawati sudah harga mati untuk jadi calon presiden. PKS nggak masalah dengan hal tersebut. Hanya saja, nanti semua keputusannya terserah majelis syuro partai,” kata Tifatul.
Meski tengah melirik Megawati, Tifatul mengatakan, kesempatan berkoalisi kembali dengan SBY tidak tertutup sama sekali. “Namanya kami membuka kesempatan kepada siapa saja. Sangat mungkin juga kami berkoalisi dengan SBY. Syaratnya, dalam satu tahun terakhir masa pemerintahannya ini, SBY mampu memperbaiki tingkat kesejahteraan rakyat,” katanya. n (ozc,din)