PEKANBARU-Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Riau menjamin stok kebutuhan pokok masyarakat selama lebaran aman. Namun perlu diingat pula, faktor alam seperti longsor, jalan putus dan banjir, sangat mempengaruhi sarana transportasi kebutuhan barang pokok tersebut. Bahkan Perum Bulog Divre Riau dan Kepri dalam rapat koordinasi antisipasi pengendalian inflasi, Jumat (12/9) kemarin, menyatakan stok beras Riau saat ini sebanyak 41 ribu ton. Keteresediaan beras Bulog menjadi acuan kesediaan pangan aman. Karena sepertiga masyarakat Riau mengkonsumsi beras pemerintah tersebut.Ketua Tim Teknis TPID Riau, Muhammad Nur mengatakan rapat koordinasi yang diikuti Disperindag, Dishub dan Perum Bulog sebagai upaya antisipasi terjadinya lonjakan inflasi September ini. “Hasil rapat TPID menjamin stok kebutuhan pangan Riau aman, terutama beras Bulo,” kata Nur di Pekanbaru, Rabu (17/9). Kendati begitu, perlu disikapi ketersediaan bahan pangan yang disuplai dari luar provinsi. Diantaranya beras belida atau beras diluar beras Bulog. Disamping itu ketersediaan bahan makanan lain seperti sayuran yang sebagian besar disuplai dari Provinsi Sumbar dan Sumut perlu disikapi lebih lanjut.
Pasalnya, dikhawatirkan terjadi bencana alam yang dapat menghambat pendistribusian kebutuhan pokok masyarakat. Untuk itu Dishub dan Kimpraswil sudah melakukan tindak antisipasi dengan meletakkan alat berast di perbatasan provinsi, yakni di Kampar, Kuantan Singingi dan perbatasan Sumatera Utara (Sumut).
“Yang dikhawatirkan itu jika badan jalan yang runtuh, dan banjir di perbatasan Sumut. BI menyarankan kepada Pemda dan aparat kepolisian untuk mendahulukan perjalanan truk pengangkut bahan pangan. Karena dipastikan kendaraan pribadi juga angkutan umum akan meningkat menjelang lebaran hingga H+7,” papar Nur.
Disamping itu, adanya pungli baik pungutan yang ditetapkan berdasarkan Perda diperbatasan seperti TPR pungutan hasil bumi di Kampar harus ditiadakan. “Dengan adanya pungli, truk pembawa bahan makanan itu mengurani muatanya. Jika pungli dihapuskan, mereka bisa membawa stok sesuai dengan kapasitas truknya. Jadi meski terjadi bencana alam Riau kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” paparnya lagi.(vit)