4 Perampok Antar Provinsi Dibekuk



Satu Ditembak Dua Senpi Diamankan

TEMBILAHAN-Empat orang perampok antar provinsi berhasil ditangkap anggota Polres Indragiri Hilir, Rabu (25/9) malam sekitar pukul 19 .00 WIB saat turun dari Bus Putra Bungsu jurusan Jambi-Tembilahan di Loket Bus Putra Bungsu Tembilahan, Jalan Telaga Biru. Penangkapan komplotan ini sempat mengundang perhatian warga yang sedang bersiap-siap untuk menunaikan Shalat Isa dan Tarwih di Masjid yang tidak jauh dari TKP. Sebab suara letusan senjata yang dimuntahkan petugas cukup keras, apalagi TKP penangkapan merupakan jalan protokol di Kota Tembilahan. Kapolres Indragiri Hilir AKBP Marudut Hutabarat melalui Kasat Reskrim Polres Indragiri Hilir AKP Hotasi Purba dan kabag Bina Mitra Kompol Mawardi kepada Riau Mandiri, Kamis (25/9) menjelaskan, terbongkarnya komplotan perampok bersenjata api tersebut berawal dari penangkapan Dedi Susanto yang baru beberapa hari keluar dari LP Tembilahan pada 21 September lau di Pelabuhan LLASD Jalan Samudra, saat akan bertolak ke kecamatan Mandah.

Saat itu informasi yang diperoleh Polisi, Dedi sedang membawa senpi dan berencana akan melakukan perampokan terhadap seorang toke kopra di Kecamatan Mandah. Atas informasi tersebut ditangkaplah Dedi sebelum berangkat naik boat. Dari tas dedi ditemukan satu picuk senpi tapa peluru yang membuatnya harus digulung Polisi untuk mempertanggungjawakan senjata tersebut. Selama diperiksa petugas, Dedi bernyanyi dan membeberkan bahwa dia akan kedatangan tamu bermana Hakimi (31), Sudirman (30) dan Muktarum (36) penduduk Jambi yang akan membawa beberapa butir peluru untuk senpi miliknya. Mereka berencana menggasak seorang pedagang kopra di kampung halaman Dedi, Mandah . Atas informasi tersebut, ketiga kawanan itu dipancing melalui Dedi dengan cara berkomunikasi pakai handphone (hp) untuk datang ke Tembilahan melalui jalan darat. Setelah positif mereka sampai di Tembilahan, anggota Polres yang telah menunggu langsung menggerebek Hakimi dkk di depan loket Putra Bungsu Tembilahan. Hakimi sempat melakukan perlawanan dan mencoba menarik senpi dari pinggangnya. Karena dianggap membahayahkan, polisi langsung memuntahkan timah pas ke bagian betis kaki kiri Hakimi hingga tersungkur .

Melihat Hakimi tertembak, penumpang bus antar Provinsi itupun semakin ciut karena polsi telah menginstruksikan sebelumnya bahwa seluruh penumpang tidak boleh meninggalkan tempat. Interogasi singkat kepada semua penumpang dilakukan, dan diketahui Sudirman bersama Muktarom ternyata kawanan Hakimi dari Jambi yang telah dipanggil oleh Dedi. Mereka pun ahkirnya dibawa ke Mapolres. Bersama mereka petugas mengamakan satu pucuk sepi dan delapan butir peluru .

Direncanakan dari LP
Keempat tersangka kepada sejumlah wartawan mengungkapkan, pengaturan strategi untuk melakukan aksi kejahatan bermula dari LP Tembilahan. Sebab Dedi sendiri baru beberapa hari menghirup udara segar atas kasus perampokan beberepa tahun lalu. Di LP Tembilahan Dedi dengan seorang napi lainya menyusun strategi bila ia bebas akan menghubungi rombongan Hakimi sebagai fatner untuk beraksi. Sedangkan sasaran empuk adalah seorang toke kopra Mengenai senpi rakitan yang dimilikinya, Dedi masih merahasiakan nama pemilik dan selalu berbelit. Sedangkan ketiga kawannya menurutnya belum kenal hanya nomor HP yang diberikan seseorang di LP Tembilahan dan janji untuk beraksi secara bersama-sama . Berdasarkan pengakuan sementara, Muktarom berperan sebaagi pembeli peluru dari salah seorang oknum TNI di Jambi dengan harga Rp20.000 perbutir, namun dia juga ikut serta bersama ke Tembilahan. Sedangkan Sudirman alias Sudir setelah digeledah Polisi ditemukan 3 butir peluru aktif dari kantong celananya dan lima lagi berada senpi yang dibawa Hakimi .

Atas perbuatan tersebut, keempatnya dijerat UU No 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senpi ilegal. “Saat ini kasus tersebut masih kita kembangkan sebab diduga sindikat rampok antar provinsi tersebut masih ada berkeliaran. Apalagi ada pengakuan bahwa operasi mereka dikendalikan dari LP. Perlu pengembangan lebih lanjut,” kata Hotasi . Polisi mengimbau kepada masayarkat yang membawa uang dalam jumlah besar untuk minta pengamanan dari kepolisan tanpa harus bayar, sebab kasus perampokan ini telah meresahkan di Inhil, timpal Kabag Bina Mitra Kompol Mawardi. (par)


eXTReMe Tracker