Pembangunan Venus PON Jangan Asalan
PEKANBARU-Agar bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, pembangunan venus (tempat pertandingan) untuk kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 jangan hanya asal dibangun. Hal ini belajar dari pengalaman pelaksanaan iven-iven besar pesta olahraga baik di tanah air maupun arena internasional. Demikian ditegaskan Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau H. Yuerman Yusuf kepada wartawan di Pekanbaru, Kamis (9/10). “Jangan asal dibangun kalau tidak bisa digunakan percuma, makanya harus dilakukan berbagai kajian dan pertimbangan,” ujarnya.Pembangunan venus PON terutama harus berkoordinasi dengan pengurus cabang olahraga maupun dengan induk cabang olahraga, yakni KONI baik KONI pusat maupun KONI daerah. Selain itu harus ada kajian yang matang tentang teknis pembangunannya. Ia menjelaskan, untuk pembangunan venus utama (main stadium) PON ini telah dianggarkan pula di APBD Riau melalui proyek multiyears yang mencapai Rp900 miliar. “Anggaran untuk Main Stadium telah disahkan oleh DPRD, sudah dapat digunakan melalui proyek multi years dari tahun 2008 hingga tahun 2012 mendatang,” jelas Ketua Komisi A DPRD Riau ini.
Segera
Terkait pembangunan venus, Yuherman juga menyarankan agar proses pembangunan segera dimulai. Riau harus belajar dari pengalaman Kaltim, jangan sampai terlalu mendesak menjelang pelaksanaan PON. “Setidaknya Desember nanti proses lelang sudah dimulai melalui dinas terkait. Januari pelaksanaan proyek berjalan,” imbuhnya.
Pria yang baru saja mendapat penghargaan sebagai pembina olahraga terbaik tahun 2008 dari Pemprov Riau tersebut mengungkapkan, posisi KONI sendiri dalam hal pembangunan venus adalah hanya sebatas pengawas. “Pembangunan fisik venus sepenuhnya dilakukan Pemprov Riau dan instansi terkait, KONI Riau bersifat koordinasi baik dengan KONI pusat maupun dengan Pemprov,” jelasnya.(hir)