YOGYAKARTA – Pemerintah dinilai tidak tanggap terhadap gejala krisis finansial dunia. Padahal, gejala tersebut telah dirasakan Indonesia sejak dua hingga tiga bulan lalu. “Bahkan, saat terjadi saat ini pun, pemerintah tetap tidak melakukan mekanisme pertahanan diri. Jika ini jebol, maka akan membawa krisis ekonomi jilid dua bagi Indonesia” tandas Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhamadiayah Din Syamsudin di Yogyakarta, Sabtu (11/10).Menurutnya, langkah yang harus dilakukan pemerintah saat ini adalah mempertimbangkan keterkaitan sistem ekonomi Indonesia dengan sistem ekonomi global. “Jika sistem ekonomi kita terlalu terhimpit oleh sistem ekonomi global, maka krisis ekonomi jilid dua akan terjadi” sambungnya. Lebih lanjut Din menyatakan, krisis ekonomi global yang melanda Indonesia sejatinya include dalam sistem kapitalisme global yang membawa kemudharatan bagi umat manusia. Oleh karena itu, lanjut Din, harus ada penyeimbangan baru, terutama dalam pemerataan dan keadilan.
“Bangsa Indonesia sangat rentan terhadap perkembangan global seperti yang terjadi saat ini. Karena itu, harus ada formulasi baru tentang sistem ekonomi nasional yang baru dan relevan bagi Indonesia ” ujarnya. n (ozc,din)