JAKARTA-Terus melemahnya rupiah menjadi perhatian tersendiri bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dikatakan dia, ada sisi plus dan minus dari pelemahan rupiah yang terjadi saat ini. “Memang banyak pandangan tentang nilai tukar rupiah kita itu. Semua itu ada plus dan minusnya,” kata Presiden di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (28/10). Yang jelas, kata Presiden, pemerintah tetap menjaga ambang pergerakan rupiah, baik di level tertinggi maupun di level terendahnya. Hal itu dilakukan untuk menjaga agar kinerja ekspor dan impor bisa berjalan dengan baik. Presiden menambahkan, negara-negara lain juga mengalami depresiasi nilai tukar dan mempengaruhi ekspor mereka.”Ada juga yang mengatakan, kalau sudah tembus Rp10 ribu, kalau bisa ditahan, syukur-syukur bisa kembali ke Rp9.000,” katanya. Merespons pergerakan rupiah yang melewati Rp11.000, Presiden mengatakan pemerintah terus melakukan langkah-langkah untuk menghadapinya. Presiden juga mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah tidak berdiri sendiri dan sangat ditentukan faktor-faktor fundamental yang lainnya. “Karena hari ini sudah tembus 11 ribu sekian, ya sudah, segera kita lakukan langkah-langkah dan BI sedang melaksanakan exercise bersama menteri keuangan. Tentu ada sejumlah instrumen, namanya policy respons yang harus kita keluarkan,” papar dia.
“Solusinya tidak bisa terus mengucurkan dana kita untuk intervensi pasar. Bukan harus selalu melakukan operasi di pasar valuta,” tegasnya. Ia mengatakan akan merumuskan hari itu juga langkah yang akan diambil pemerintah. Sebagai informasi, rupiah pada sesi pertama kemarin bergerak di kisaran Rp11.000 per USD atau menguat 750 poin dibanding pembukaan perdagangan di kisaran Rp11.750 per USD.
Stok Dolar Habis
Sementara itu beberapa money changer di Jakarta dikabarkan kehabisan stok dolar AS akibat tingginya nilai tukar mata uang itu dengan Rupiah. Salah satu money changer PT Ayu Mas Agung di kawasan Senen, Jakarta Pusat, mengalaminya. Budi salah satu teler penjual dolar AS mengatakan, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mencari keuntungan dengan menjual dolar AS di saat rupiah melemah. “Hari ini sepertinya, rupiah akan terus melemah dan ini peluang bagi mereka yang ingin mencari keuntungan,” kata Budi. Hal senanda disampaikan Gatot, salah satu konsumen yang sempat melakukan penjualan dolar AS. Dia mengatakan, penurunan rupiah akan memicu masyarakat untuk segera menjual dolar AS. “Kalau tadi pagi, menyentuh Rp12.500 per USD tapi saat ini ditutup sepertinya Rp10.500 per USD,” ramalnya.
Turunnya Rupiah terhadap Dolar AS mengakibatkan antrean panjang di PT Ayu Mas Agung. Fenomena ini sebagai reaksi mayarakat atas aksi ambil untung atas penguatan dolar AS. “Yang pasti hari ini pasokan rupiah untuk penjualan dolar sudah habis,” pungkasnya. Hal serupa juga sama ketika emas sempat mencapai Rp300 ribuan per gram. Pada saat itu ibu-ibu rumah tangga antre menjual emas. Sekarang harga emas sudah turun di sekitar Rp260 ribuan. Walaupun ditengarai ada aksi mendulang untung di tengah krisis. Tapi aksi itu justru menguntungkan, walau hanya sesaat.
Sementara itu, ramainya jual dolar AS kemarin diakui Head Trading Bank Niaga Emanuel Kurniawan Kriswijayanto. Fenomena ini merupakan imbas gejala global. Selain, memang legit untuk dilakukan profit taking, saat ini korporasi juga berbondong-bondong melunasi utangnya. Karena, jika tidak maka utang berdenominasi dolarnya akan semakin membengkak.
“Ini semua permainan psikologis. Semua akan usai ketika kepastian pemilu Amerika pada 4 November 2008 tuntas,” ujarnya. Tanpa bermaksud memihak, lanjutnya, jika Barrack Obama mampu mengalahkan John McCain, maka pasar diramalkan akan positif. Pasalnya, jika Obama naik, kelonggaran pajak yang dijanjikan akan mendorong daya beli masyarakat AS. (n ozc, yan)
Incoming search terms:
- ayumas money changer
- masayu agung
- kurs dollar ayu masagung
- kurs pt ayumas
- nilai tukar ayu mas agung money changer
- masayu changer
- ayu mas agung money changer kurs hari ini
- mas ayu agung money changer
- masayu money changer
- mengapa nilai mata uang rupiah naik turun