MEDAN-Sudiarto Tampubolon, salah seorang pengacara salut dan mengacungkan jempol atas tindakan Poldasu yang menggerebek markas judi di Jalan Sekip. Tindakan tegas itu, membuat mafia judi jangan bermimpi bisa membuka usahanya lagi di Sumatera Utara. Menurutnya, Kapolri Jenderal Pol Drs Bambang Hendarso Danuri MM (BHD) semula sudah berkomitmen akan tegas terhadap judi. Tapi dengan peralihan antara Sutanto dengan BHD, para mafia judi mencoba-coba membuka bisnis lama mereka.Ternyata BHD membuktikan komitmennya itu, dengan menggerebek markas judi di Jalan Sekip Medan. Pembuktian tegas Polri mengubur kembali impian toke-toke judi untuk bergelimang uang dengan cara haram. “Kapolri sekarang sangat komit dengan omongannya, segala bentuk perjudian akan diberantas sampai akar-akarnya dan saya kenal betul sifat Kapolri BHD yang sangat benci dengan judi,” ucap Sudiarto, akhir pekan kemarin.
Sudiarto melihat, judi sangat merusak mental manusia dan cenderung membuat orang menjadi malas bekerja karena bermimpi jadi kaya dengan cara bermain judi. Dengan berjudi, penghasilan yang seharusnya untuk kebutuhan rumah harus tersedot di perjudian. Yang menjadi kaya adalah mafia judi sedangkan pemain jadi tetap saja hidupnya melarat.
“Itulah yang tidak disadari oleh masyarakat ini, selalu bermimpi mau jadi orang kaya dengan cara bermain judi. Padahal kita bisa hidup dan mencukupi kebutuhan rumah tangga dengan cara kerja keras, bukan dengan cara berjudi,” tegas Sudiarto. Untung kata Sudiarto, Kapolri BHD meneruskan komitmen Kapolri sebelumnya Sutanto tetap membumi hanguskan judi. Padahal semula mafia judi sempat bernafas lega dengan pergantian Pimpinan teratas Polri, tapi kenyataan mereka harus mengubur dalam-dalam impian mereka untuk mengembangkan bisnis judi lagi. (sib, tia)