MEDAN – Operasi preman gencar dilakukan aparat Kepolisian dinilai tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat. “Tindakan itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah karena preman itu produk kapitalisme,” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumatera Utara, Syamsul Hilal, di Medan, Senin [17/11] . Syamsul menyebutkan, premanisme tidak akan pernah bisa dikikis habis sepanjang perekonomian negara tidak berpihak kepada rakyat kecil.Selama perekonomian tetap saja masih sulit, yang ditandai dengan tingginya angka kemiskinan dan melonjaknya angka pengangguran, premanisme diyakininya tidak akan pernah dapat diberantas habis. “Selama keadilan tidak ada dan rakyat tidak juga sejahtera, premanisme akan tetap subur. Ditangkap satu muncul seribu,” ujarnya. Ia juga menilai operasi preman itu sendiri hanya sekadar untuk mencari popularitas. Operasi preman juga dinilainya tidak perlu terlalu digembar-gemborkan, apalagi sasaran operasinya hanya preman-preman kelas teri.
“Semestinya yang diciduk itu preman berkerah putih, preman berdasi dan preman berseragam. Itu baru hebat, bukannya preman yang mencari sesuap nasi untuk hidup dari hari ke hari,” katanya. Preman berdasi atau preman berseragam di berbagai institusi, menurut dia, seharusnya mendapat prioritas untuk diberantas, karena perbuatan mereka nyata-nyata memberi dampak yang jauh lebih besar dan berbahaya.
“Kenapa bukan preman yang ada di birokrasi atau di legislatif yang lebih diutamakan untuk dibasmi. Seharusnya mereka itu yang diciduk dan diberi efek jera karena mereka yang sesungguhnya mem. (ant, brs, tia)