Sistem IT Pekanbaru Sempat Rusak
PEKANBARU-Gonjang-ganjing pemberitaan mengenai adanya petinggi Bank Century yang dicekal serta diambil alihnya saham Bank Century mengakibatkan sejumlah nasabah Bank Century Cabang Pekanbaru panik. Kepanikan semakin menjadi ketika sistem IT di bank tersebut rusak dan baru dapat normal kembali sekitar pukul 11.00 WIb siang kemarin. Pantauan di Bank Century Cabang Pekanbaru, Senin (24/11), terlihat sekitar seratus nasabah silih berganti memasuki bank tersebut dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Kedatangan mereka umumnya ingin menarik dana yang mereka simpan. Namun usaha mereka untuk menarik uang belum dapat dilayani dan baru dapat terlayani sekitar pukul 11.00 WIB. Pihak Bank mengaku saat itu jaringan IT mereka khusus untuk Cabang Pekanbaru rusak.
Beberapa karyawan termasuk pimpinan cabang dibantu pengawas dari Bank Indonesia dan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) berusaha menenangkan nasabah dengan memberikan penjelasan dan meminta nasabah tidak panik. Nasabah yang memperoleh penjelasan ada yang dapat menerima lalu meninggalkan bank, namun ada juga yang tetap bertahan hingga transaksi penarikan dapat dilakukan. Dua aparat dari Brimob Polda Riau berpakaian dinas dan bersenjata lengkap juga terlihat berjaga-jaga di kantor tersebut. Tiga nasabah Bank Century yang ditemui, masing-masing Madi, Iken dan Rusli mengaku sedikit panik dengan adanya pemberitaan petinggi Bank Century yang dicekal serta soal pengambil alihan saham Bank Century. Namun mereka sedikit tenang dengan adanya jaminan pemerintah terhadap dana nasabah. “Memang kami sedikit panik, namun agak tenang dengan adanya jaminan pemerintah tersebut. Karena itu kami hanya mengambil uang kami sebagian saja, untuk mengurangi resiko saja,” ujar mereka. Mereka yang mengaku telah menjadi nasabah Bank Century sejak Mei 2008 lalu mengungkapkan akan memindahkan dananya tersebut ke bank lain. “Untuk jaga-jaga aja sekalian mengurangi resiko,” ujarnya.
Dijamin
Pimpinan Cabang Bank Century Pekanbaru Jhoni, didampingi petugas dari LPS Pusat Rafiq ketika ditemui terpisah mengakui adanya kepanikan nasabah tersebut. “Memang sempat panik juga, tetapi setelah kita beri penjelasan bersama pihak LPS dan dari Bank Indonesia, mereka akhirnya mau mengerti,” ujarnya. Jhoni juga mengakui adanya kerusakan pada sistem IT yang dimiliki Bank Century Cabang Pekanbaru. “Jam 11 tadi sudah dapat beroperasi normal. Nasabah sudah dapat melakukan transaksi penarikan dalam jumlah yang diinginkan nasabah, namun untuk transaksi dalam bentuk dolar masih kita batasi,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut Jhoni kembali menghimbau nasabah agar tidak panik dan tidak perlu melakukan penarikan secara besar-besaran karena uang nasabah telah dijamin pemerintah melalui LPS. Sementara Rafiq dari LPS Pusat mengatakan, Pemerintah melalui LPS Pusat saat ini menurunkan tim hingga ke kantor cabang Bank Century untuk memberikan pengertian dan penjellasan kepada nasabah dan juga masyarakat agar tidak panik karena dana dijamin oleh pemerintah. Peneliti Senior Madya Bank Indonesia Muhammad Nur yang ditemui terpisah juga menghimbau nasabah Bank Century tidak panik. “Bank Century saat ini sahamnya sudah diambil alih pemerintah melalui LPS. Targetnya LPS menyehatkan kembali Bank Century tersebut. Diambil alihnya Bsnk Century oleh LPS menurutnya untuk menghindari hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap bank secara total,” ujarnya.
Dijelaskannya, saham Bank Century ini sebelumnya ingin diambil alih oleh Sinar Mas Grup, namun mereka masih melakukan penelitian dan membutuhkan waktu. Sementara hal ini tidak boleh dibiarkan lama karena dikhawatirkan akan menimbulkan hilangnya kepercayaan masyarakat kepada bank secara total. “karena itulah langsung diambil alih pemerintah melalui LPS,” ujarnya.(hen)