Dunia Kelebihan Pasokan Minyak 2 Juta Barel



JAKARTA-Negara produsen minyak Iran menyatakan pasokan minyak dunia saat ini sudah terlalu banyak. Akibat OPEC batal memangkas produksi minyaknya, pasokan minyak dunia saat ini kelebihan 2 juta barel. Demikian disampaikan Menteri Perminyakan Iran Gholam Hossein Nozari seperti dikutip AFP, Minggu (30/11). “Ada kelebihan pasokan minyak 2 juta barel per hari di pasaran dan kami sedang mencari cara menyeimbangkan antara permintaan dan pasokan ini,” katanya. OPEC memang tidak jadi memotong produksi minyaknya pada pertemuan di Kairo yang berakhir kemarin Sabtu (29/11). Tapi OPEC berjanji akan mengambil keputusan pada pertemuan di Aljazair pada pertengahan Deseber mendatang.Ketika ditanya apakah keputusan yang akan diambil nanti adalah pengurangan produksi, Nozari hanya menjawab singkat. “Kami harus mengkaji dan meneliti kondisi pasar,” katanya Sebelum pertemuan OPEC di Kairo digelar, Iran sudah menyatakan produksi minyak sudah seharusnya dipotong sekitar 1,5 juta barel per hari. Wajar memang jika Iran sangat berkepentingan atas harga minyak mentah di pasaran. Iran merupakan negara terbesar kedua pengekspor minyak di OPEC. Anggota OPEC secara keseluruhan memproduksi sekitar 40% produksi minyak dunia.

Realisitis
Menteri perminyakan Aljazair Chakib Khelil juga mengakui bahwa krisis finansial global dan bayangan resesi seluruh dunia akan memangkas signifikan permintaan energi untuk enam bulan pertama 2009. “Kami realistis bahwa dalam kuartal pertama tahun depan permintaan akan turun, dan dalam kuartal kedua kami akan mengalami penurunan besar,” kata dia. OPEC menyerukan sebuah pertemuan kosultatif untuk membicarakan bagaimana menopang harga yang telah jatuh dari rekor tertinggi tahun ini, di tengah bayang-bayang resesi global yang memukul permintaan energi.

Awal bulan ini, minyak mentah Brent North Sea di London, jatuh menjadi 47,40 dolar AS dan minyak mentah di New York menyentuh 48,35 dolar AS — keduanya point terendah dalam hampir empoat tahun. Bandingkan itu dengan rekor tertinggi mereka, masing-masind 147,50 dan 147,27 dolar AS pada 11 Juli, ketika kekhawatiran terhadap gangguan pasokan membuat harga minyak meroket. Sementara, Raja Arab Saudi King Abdullah mengatakan dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan di Kuwait bahwa harga 75 dolar AS per barel akan menjadi “adil” — sebuah indikasi bawa penurunan produksi akan terjadi pada pertemuan mendatang untuk menghidupkan kembali pasar.

Arab Saudi adalah eksportir minyak mentah terbesar di dunia dan sejauh ini memainkan peran penting dalam OPEC, yang memproduksi 40 persen pasokan minyak mentah global. (dtc,ant,sri)


eXTReMe Tracker