Pil Pahit The Young Gunners



Burnley-Keputusan Arsene Wengers menurunkan pasukan mudanya di ajang Piala Carling berbuah pahit. Menghadapi tuan rumah, Burnely di Stadion Turf Moor, Rabu (2/12), The Young Gunners tidak bisa berbuat banyak dan menyerah dengan skor 2-0. Tidak saja itu, kekalahan tersebut membuat Arsenal harus angkat koper di ajang ini. Ya, dalam laga ini, Wenger kembali menurunkan pemain minim minim pengalaman seperti saat menundukkan Wigan Athletic di babak 16 besar. Pemain yang cukup sering makan asam garam hanyalah striker Nicklas Bendtner dan bek Mikael Silvestre. Apa lacur, harapan tinggallah harapan. Baru enam menit, gawang Lukasz Fabianski sudah bobol oleh aksi Kevin McDonald. The Gunners mampu menciptakan banyak peluang setelah gol itu, tapi semuanya patah oleh kiper Brian Jensen yang tampil gemilang malam itu. Wenger tak habis pikir dengan hal ini. Ia kecewa karena pemainnya tak mampu menyarangkan satu gol pun dari antara sekian peluang emas.”Kami punya sejumlah peluang dan ketika kami tidak mencetak gol meski sudah enam kali berhadapan dengan kiper, seharusnya kamu menanyakannya kepada pemain,” komentar Wenger usai pertandingan itu. Andai Arsenal mengikuti petunjuk Wenger itu, bisa jadi mereka menang besar pada pertandingan tersebut. Bendtner setidaknya memiliki tiga peluang setelah berhadapan dengan Jensen. Carlos Vela juga keok di hadapan kiper asal Denmark itu meski jarak keduanya tak sampai satu meter. Apes? Mungkin. Namun, kekurangmatangan The Gunners memang sangat terasa, terutama ketika sudah mencapai kotak penalti. Lini belakangnya pun kedodoran oleh serangan penuh semangat dari Martin Paterson. Gelandang Kieran Gibbs dan bek Paul Rodgers kecolongan oleh penetrasi McDonald, demikian pula Mark Randall, yang gagal menahan laju McDonald hingga lahirlah gol kedua.

Sejarah Baru
Kemenangan atas Arsenal ini melanjutkan kedigdayaan Burnely di Piala Carling. Sebab, sebelumnya mereka juga berhasil menyingkirkan Chelsea di babak 16 besar. Tidak itu saja, sukses ini juga mencatat sejarah bagi tim Liga Champions tersebut di Piala Liga ini. Pasalnya, mereka tak pernah menang lawan The Gunners. Jika hanya memperhatikan duel di luar Liga Inggris, Burnley terakhir menang 110 tahun lalu yakni saat mengalahkan Arsenal dengan skor 3-1 di Piala FA pada 29 Januari 1898. Tiket ke semifinal Piala Carling ini sekaligus merupakan yang pertama bagi Burnley sejak semifinal terakhir pada 1983. Tampil di hadapan pendukungnya, Selasa (2/12), Burnley langsung mengawali duel di Stadion Turf Moor itu dengan pertarungan sengit. Hanya dalam waktu enam menit, pasukan Owen Coyle tersebut sudah mencetak gol. Kieran Gibbs tak menyadari kedatangan McDonald yang menyodok ke tengah kotak penalti dan menyambar umpan dari kanan sebelum menaklukkan kiper Lukasz Fabianski.

The Gunners yang tampil dengan pemain-pemain mudanya mencoba membalas. Kurang dari lima menit kemudian, Nicklas Bendtner hampir menyamakan skor, tapi kiper Brian Jensen berhasil menahan bola hanya beberapa meter di depan gawang. Jensen kembali melakukan penyelamatan gemilang terhadap tendangan Mark Randall pada menit ke-38. Tiga menit kemudian, giliran Carlos Vela dibikin frustasi setelah tendangan jarak dekatnya diblok kiper asal Denmark tersebut. Burnley sendiri tak kalah berpeluang. Martin Paterson berkali-kali sukses merobek sayap kiri Arsenal. Mereka sanggup memaksakan tempo cepat di sepanjang babak pertama tapi skor 1-0 tak berubah sampai 45 menit selesai.

Di paruh waktu kedua, giliran The Young Gunners mengawali tekanan kepada lawan. Tiga menit setelah istirahat, Fran Merida Perez meliuk-liuk di tengah kotak penalti Burnley sebelum melepas tembakan ke kanan gawang. Jensen takluk, tapi bola melebar tipis di samping tiang. Tuan rumah meladeni dengan permainan terbuka. Tak sampai sepuluh menit kemudian, McDonald sukses membobol gawang Fabianski untuk kedua kali. Kali ini Randall melakukan kesalahan karena gagal menahan bola yang dibawa oleh McDonald. Gol, 2-0 untuk Burnley. Unggul dua gol, Burnley makin tak terbendung. Pada menit ke-65, tandukan Paterson nyaris merobek gawang Fabianski lagi. Kiper Polandia itu berhasil menahan, tapi bola lepas. Untung Fabianski bergerak cepat dan merebut bola sebelum Paterson mendekat.

Setelah itu, kedua tim terus bergantian bertukar serangan. Organisasi tim dan pressing ketat Burnley terbukti ampuh melawan permainan melebar Arsenal. Cara ini mampu menahan Arsenal yang hanya terlalu mengandalkan Bendtner di lini depan dan jarang melepaskan tembakan-tembakan dari dalam maupun luar kotak penalti. Di pertandingan lain, Derby County berhasil mengalahkan tuan rumah Stoke City dengan skor 1-0. Gol tunggal Derby diciptakan oleh Nathan Ellington melalui titik putih pada menit terakhir.(bbc,rtc,bbs,kc,sad)


eXTReMe Tracker