PEKANBARU-Warga Kota Bertuah diingatkan agar berhati-hati dalam penggunaan lampu teplok atau lilin. Biasanya, keduanya sering dimanfaatkan warga untuk menjadi alat penerangan saat listrik mati. Pasalnya, kelalaian terhadap lampu yang menggunakan bahan bakar minyak tersebut, menjadi salah satu faktor terjadinya kebarakan di Kota Bertuah. Hal itu diungkapkan Kasi Operasional Dinas Kebakaran Pekanbaru, Yulizar, ketika ditemui baru-baru ini. Dikatakan, hingga November 2008, kebakaran yang terjadi di Pekanbaru tercatat mencapai 179 kasus. Dari jumlah itu, penyebab tertinggi adalah akibat arus pendek listrik dan disusul akibat kelalaian penggunaan lampu teplok dan lilin.”Dengan adanya pemadaman listrik bergirli saat ini, masyarakat banyak yang menggunakan lampu teplok atau lilin, karena lalai, dua alat ini malah jadi penyebab terjadinya kebakaran. Jadi kita imbau masyarakat agar mewaspadai penggunaan dua alat penerangan ini,” ujarnya. Pihaknya memprediksi, hingga akhir tahun ini kasus kebakaran masih berpeluang untuk terjadi. “Dari pengalaman selama ini, biasanya saat terjadi pemadaman bergilir, musibah ini sering terjadi. Jadi agar bisa diantisipasi, masyarakat sebaiknay waspada,” ujarnya. (ati)
Pencarian
Berita
Partners
Statistik
Pencarian terbaru