Tangki Pertamina Dumai Meledak



Warga Panik dan Diungsikan

DUMAI-Salah satu tangki penampungan minyak mentah di Kilang Pertamina Unit Pengolahan (UP) II Dumai, Senin (15/12) sekitar pukul 08.30 WIB meledak. Ledakan keras itu disusul dengan munculnya kobaran api hingga ketinggian 20 meterserta asap hitam tebal yang membubung ke langit. Warga masyarakat yang bermukim di kawasan kilang terpaksa diungsikan. Menurut pantauan Riau Mandiri di lokasi kejadian, kebakaran hebat akibat ledakan tersebut baru bisa dijinakan lima jam kemudian atau sekitar pukul 12.30 WIB, setelah enam unit pemadam kebakaran bekerja keras. “Sekarang sudah padam dan dalam proses pendinginan tangki,” ujar Humas UP II Pertamina Dumai Hendra Nasution kepada Riau Mandiri di lokasi kejadian. Namun sejauh ini belum diketahui berapa kerugian serta penyebab terjadinya ledakan yang kemudian menimbulkan kebakaran hebat itu. Pihak Pertamina juga belum dapat memastikan penyebab ledakan. Ketika berita ini diturunkan tim investigasi dari Pertamina Serpong yang diturunkan ke lokasi tengah melakukan penyelidikan.

Dari informasi yang diperoleh, tangki minyak yang terbakar itu merupakan yang paling kecil dari tangki enam kilang minyak yang ada. Kilang tersebut adalah tempat pengumpul minyak mentah dari produksi ladang minyak di Duri dengan kapasitas tangki 10.327 kilo liter. “Kilang minyak itu terbakar di bagian atasnya yang menyebabkan kondisinya melengkung. Namun bagian bawah kilang tidak mengalami kerusakan. Dan minyak yang berada di dalam kilang masih dapat diselamatkan dengan cara mentransfernya ke kilang yang lain,” kata Hendra. Sales Area Manager Pertamina Region I Cabang Riau Windrian Kurniawan yang dikonfirmasi Riau Mandiri di Pekanbaru, mengatakan, kebakaran tangki minyak di Dumai itu tidak mempengaruhi pemasaran BBM jenis premium di wilayah Riau. “Kebakaran yang menimpa kilang di Dumai tidak mempengaruhi pemasaran kita. Itu tak masalah karena pasokan kita sangat, sangat cukup,” ujar Windrian didampingi Gunawan, Sales Refresentatif BBM Retail di kantor Pertamina Jalan Sisingamaraja, Pekanbaru. Menurut Windrian, secara keseluruhan premium yang dipasarkan di Riau dipasok melalui Dumai dengan penjualan sekitar 900 hingga 950 kiloliter per hari.

Sementara untuk solar sebagian dari Dumai dan sisanya dari kilang lain seperti Pakning yang penjualannya rata-rata sekitar 1.000 hingga 1.200 kilo liter/ hari.

Panik
Menurut Ketua LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) Tanjung Palas Teguh Santoso, kebakaran tangki minyak di areal kilang PT Pertamina UP II Dumai diawali suara ledakan keras yang terdengar hingga radius 1 km. Lalu kemudian muncul kepulan asap hitam yang disertai api terus berkobar hingga ke angkasa. “Awalnya saya dan masyarakat sekitar dikejutkan dengan suara keras. Setelah itu ketika saya dan sejumlah masyarakat keluar dari rumah untuk mencari dari mana sumber suara itu, tiba-tiba kembali dikejutkan dengan adanya kepulan asap hitam dan kobaran api dari kawasan kilang minyak. Lalu saya hubungi pihak PT Pertamina untuk mengetahui apa yang terjadi. Kata mereka ada kebakaran pada salah satu tangki minyak mentah dan lokasi kebakaran telah dilokalisir,” tutur Teguh. Warga masyarakat yang berada di sekitar kawasan kilang terlihat panik dan kemudian dipandu aparat kepolisian dievakuasi menjauh areal tersebut. Dengan menggunakan alat pengeras suara di mesjid, warga diminta untuk segera menjauh untuk menghindari kemungkinan terburuk. Aktifitas belajar di dua sekolah yang ada di kawasan itu kemudian juga dihentikan.

“Langsung kita meminta kepada dua sekolah di kawasan sekitar kilang Pertamina masing-masing SD Negeri 021 dan SMP Swasta YARTAP untuk menghentikan aktifitas belajar-mengajar,” ujarnya. Menurut Teguh, cepatnya kepanikan melanda masyarakat setempat, khususnya warga kelurahan Tanjung Palas, lantaran peristiwa serupa sudah terjadi beberapa kali. Namun pihak manajemen Pertamina setempat saat dimintai penjelasan selalu mengatakan semua kejadian dapat diatasi.

“Jika kejadian-kejadian seperti ini sering terjadi, jelas masyarakat di sekitar kilang akan terus diliputi ketakutan. Seharusnya manajemen Pertamina langsung menjelaskan jika memang terjadi suatu hal yang menyebabkan keresahan masyarakat. Ini justru terbalik, masyarakat yang mencari-cari tahu apa yang terjadi,” katanya (tim)


eXTReMe Tracker