Jam Gadang Ditutup pada Malam Pergantian Tahun



BUKIT TINGGI-Komitmen Pemko Bukittinggi, Sumbar, menutup Jam Gadang dengan kain berwarna mareh, kuning dan hitam pada malam pergantian tahun. “Komitmen kita telah dijadwalkan dan akan dilaksanakan pemerintah hari H, tepatnya malam pergantian tahun. Kebijakan itu diambil berdasarkan hasil rapat Muspida,” kata Walikota Bukittinggi, H Djufri, Jumat (19/12).Kebijakan itu merupakan sikap pemerintah dalam menyikapi keluhan tokoh-tokoh masyarakat Bukittinggi, karena perayaan malam tahun baru sering dijadikan momen untuk melakukan perbuatan maksiat. “Ini akan mencemari Kota Bukittinggi sebagai Kota Beragama dan Beradat,” tegasnya. Menurut dia, dengan ditutupnya Jam Gadang, maka pada malam pergantian tahun baru 2009 nanti, tidak ada perayaan di Kawasan Jam Gadang. “Pemerintah Kota tidak akan memberi izin ataupun memfasilitasi kegiatan perayaan malam tahun baru di Kawasan Jam Gadang,” katanya. Tindakan itu tersebut sengaja diambil pemerintah karena indikasi adanya perbuatan maksiat, terbukti dengan berserakannya alat kontrasepsi di sekitar kawasan Jam Gadang setelah perayaan malam pergantian tahun.

MUI Mendukung
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bukittinggi, mendukung rencana Pemko Bukit tinggi menutup Jam Gadang pada malam pergantian tahun tersebut. “Kita mendukung penuh kebijakan Pemerintah Kota,” kata Ketua MUIZainuddin, di Bukittinggi. Kata dia, penutupan Jam Gadang pada malam pergantian tahun baru itu sangat tepat, sebab dapat mencegah terjadinya perbuatan yang mengarah kepada perbuatan maksiat.

Rencana selanjutnya, kata Zainuddin akan mendatangi seluruh sekolah-sekolah yang ada di Bukittinggi dengan memberikan tausiyah pada apel pagi. “Penceramah akan turun ke sekolah-sekolah memberikan nasehat kepada para siswa agar tidak melakukan kegiatan berlebihan pada malam pergantian tahun,” imbuhnya.

PHRI Kecewa
Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bukittinggi kecewa dengan penutupan itu. “Wisatawan pasti kecewa, karena mereka datang berlibur ke Bukittinggi tentu ingin melihat detik-detik jarum jam di Jam Gadang melewati angka 00.00 WIB,” kata Syahroni Falian Ketua (PHRI) Kota Bukittinggi, Jumat (19/12). Menurut Syahroni, daya tarik Kota Bukittinggi saat malam tahun baru adalah menyaksikan jarum Jam Gadang melewati angka 12 saat 31 Desember dini hari.

Taman Tetap Buka
Kawasan taman Jam Gadang yang merupakan land mark Kota Bukittinggi tetap akan dibuka untuk umum saat malam pergantian tahun, 31 Desember mendatang. Pemko Bukittinggi hanya menutup jam dengan kain berwarna merah, kuning dan hitam selama 18 jam, mulai 31 Desember pukul 16.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB 1 Januari.

“Yang akan kita tutup hanya jamnya dengan kain agar masyarakat tidak dapat melihat jarum jam berdempetan saat pukul 00.00 dini hari saat pergantian tahun,” kata Walikota Bukittinggi, Jufri, kepada wartawan, Jumat (19/12). Pihaknya tidak melarang wisatawan maupun masyarakat yang akan berlibur ke Bukittinggi saat tahun baru karena itu kawasan Jam Gadang tetap dibuka.

“Bagi yang mau makan-makan di kedai maupun restoran di seputaran Jam Gadang boleh-boleh saja,” kata imbuhnya. (pkc, ant, tia)


eXTReMe Tracker