Suku Bunga KPR 14 Hingga 17 Persen

Pengembang Mengeluh

PEKANBARU-Penutupan tahun 2008 ini bisa jadi menjadi masa yang suram bagi sebahagian perusahaan pengembang perumahan. Pasalnya, penjualan perumahan non subsidi semakin sulit karena tingginya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang berkisar 14 hingga 17 persen. Hal tersebut diungkapkan oleh Marketing Perumahan Griya Duyung Mas Irvan kepada Riau Mandiri disela pameran produknya di Atrium Plaza Citra, Kamis (18/12). Tingginya suku bunga KPR saat ini menyebabkan sebahagian konsumen berfikir untuk melakukan transaksi pembelian rumah. “Kondisi tersebut sangat dirasakan lebih kurang tiga bulan belakangan,” kata Irvan.

Menurut Irvan, suku bunga awal yang diberikan pihak Perbankan berkisar 10 persen. Namun dengan kebijaksanaan Bank Indonesia (BI) menaikan suku bunga acuan (BI rate), mengharuskan pihak Perbankkan sebagai pembiayaan KPR menyesuaikan kenaikan suku bunga yang sangat drastis di penghujung tahun 2008 ini. Penyebab lain anjloknya penjualan yakni pada umumnya konsumen perumahan non subsidi seperti perumahan dengan tipe 48, tipe 54, tipe 70, tipe 100, tipe 135 dan lainnya merupakan kalangan masyarakat menengah ke atas. “Penghasilan mereka juga ikut tergerus akibat adanya krisis ekonomi global dan anjloknya harga jual komoditi,” lanjutnya.

Menyikapi konsisi ini, kata Irvan, mereka dari pengembang mencari strategi seperti memberikan diskon harga jual rumah. Hal itu berlaku untuk pembelian tunai (cash) maupun kredit. Seperti halnya perumahan Griya Duyung Mas dan Villa Putri Duyung selama pameran hingga akhir tahun mendatang memberikan diskon harga sebesar 5 persen. “Hal tersebut cukup membantu calon konsumen karena dari harga awal rumah mendapat potongan Rp15 juta hingga Rp30 juta per unitnya,” ujarnya. (aim)

This entry was posted in Keuangan dan Bisnis. Bookmark the permalink.