Iklan Klaim Keberhasilan Demokrat Ancam Hubungan SBY-JK



JAKARTA - Iklan penurunan harga bahan bakar minyak dan beberapa tema senada lainnya yang belakangan ini dijumpai di sejumlah media dan diklaim oleh Partai Demokrat sebagai hanya keberhasilan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dapat menjadi masalah. Pasalnya, iklan itu berpotensi menimbulkan ketegangan dan memunculkan tanda tanya yang bisa mengancam soliditas hubungannya dengan Wakil Presiden (Wapres) HM Jusuf Kalla (JK), yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar. Demikian disampaikan pengamat kebijakan publik dari Departemen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Indonesia Andrinof A Chaniago, Minggu (18/1), di Jakarta. “Hubungan antara Presiden Yudhoyono dengan Wapres Kalla mulai memasuki tahap tegang dan memunculkan tanda tanya bagaimana hubungan mereka selanjutnya,” kata Andrinof.Pasalnya, tambah Andrinov, selain banyaknya hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga sekarang ini yang menunjukkan semakin turunnya popularitas Partai Golkar, kader Partai Golkar juga merasa bahwa kebijakan pemerintahan itu tidak hanya wujud dari keberhasilan Presiden SBY sendiri. Akan tetapi, juga buah yang digodok bersama dalam sidang kabinet, termasuk oleh Wapres JK. Sudah pasti, pihak Partai Golkar yang menurut semua hasil survei perolehan dukungannya tengah menurun akan dibuat semakin gerah oleh iklan yang dibuat Partai Demokrat itu. “Terjadinya masa tegang seperti itu tentu tidak lepas dari sistem multipartai yang tidak memiliki aturan koalisi yang jelas,” kata Andrinof.

Baru-baru ini, Partai Demokrat memunculkan iklan terima kasih rakyat kepada Presiden Yudhoyono, khususnya setelah pemerintahan mulai Desember tahun lalu hingga 15 Januari 2009 ini menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif daya maksimum industri serta harga minyak goreng. Sebelumnya, Partai Demokrat juga telah memunculkan iklan yang isinya mengklaim seluruh keberhasilan pemerintah sebagai keberhasilan Presiden SBY yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Tak lama kemudian, Partai Golkar juga mengiklankan sosok JK yang juga mengklaim keberhasilan pembangunan sekarang ini sebagai karyanya.

Ciri Kepemimpinan
“Daripada berebut klaim keberhasilan program pemerintah secara borongan seperti yang dilakukan Partai Demokrat dan Partai Golkar atau mengklaim keberhasilan program seperti penurunan harga BBM seperti baru-baru ini, lebih baik Presiden Yudhoyono dan Wapres Kalla membuat klaim berdasarkan ciri-ciri kepemimpinan mereka masing-masing,” lanjut Andrinof. Dikatakan Andrinof, cara seperti itu akan sangat berguna bagi rakyat, untuk memperbaiki kualitas pemerintahan dan politik ke depan. “Sebab, pemerintahan selanjutnya akan diisi dengan orang-orang ahli yang akan dicalonkan sebagai presiden dan wapres,” ujar Andrinof.

Menurut Andrinof, sebaiknya klaim itu juga berdasarkan kinerja menteri dengan asal-usul partai politik yang menjadi latar belakanganya, sehingga rakyat bisa menentukan keahlian menteri juga. n (kcm,din)


eXTReMe Tracker