Keluarga Korban KM Teratai Amuk Adpel Parepare
JAKARTA-Puluhan keluarga korban KM Teratai Prima yang menginap di Pelabuhan Parepare mengamuk. Mereka menuntut Adpel Parepare menyediakan akomodasi yang layak. Massa yang tidak puas dengan fasilitas tenda penginapan serta konsumsi yang disediakan mendatangi Kantor Adpel Parepare sekira pukul 15.30 WIB. Mereka lantas mencari petugas yang berjaga. “Pemerintah di sini tidak becus menangani masalah ini. Di Majene kami mendapatkan fasilitas sangat baik, bahkan berlebihan,” teriak Saudah, salah satu keluarga korban KM Teratai Prima di Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (18/1).Protes hampir saja berujung anarkis. Beruntung salah seorang petugas Adpel Parepare segera menemui massa. “Makanan dan minuman sudah kami sediakan, silahkan diambil. Tapi, kalau masalah tenda, sementara hanya ini yang ada,” ujar Abdurrahman, petugas Adpel Parepare. Mendengar jawaban ini, massa yang mayoritas berasal dari Majene, Pinrang dan Toraja semakin beringas. Mereka berteriak-teriak memprotes respon petugas Adpel Parepare yang dinilai tidak memuaskan. Akhirnya, petugas Adpel Parepare hanya bisa pasrah dan menjanjikan akan ada perbaikan fasilitas. “Kalau begitu, mungkin bisa kami usahakan,” katanya pasrah.
Membludaknya jumlah keluarga korban KM Teratai Prima di Parepare dikarenakan posko pencarian korban di Majene telah ditutup. Akibatnya, keluarga korban yang semula menginap di Majene beralih ke Parepare. Saat ini hanya tersedia lima tenda berukuran besar untuk menampung para keluarga korban KM Teratai Prima. Tiga tenda tanpa dinding penyekat dan dua tenda berpenyekat. Kelima tenda ini dalam perkembangannya tidak mampu lagi menampung keluarga korban KM Teratai yang jumlahnya mencapai ratusan orang. n (ozc,din)