2 Pasien DBD Meninggal di Padang



53 Masuk RS M Jamil

PADANG - Sepanjang bulan Januari 2009,tercatat 53 orang pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masuk ke rumah sakit (RS) M Djamil Padang. Dua diantaranya, meninggal dunia karena mengalami Dangue Shock Sindrom (DSS). Kabid Pelayanan Medik RS M Djamil Padang, dr Irayanti, Rabu (21/1) mengatakan dua pasien yang meninggal anak-anak. “Dua pasien meninggal adalah anak-anak karena mereka rentan terkena saat menderita DBD,” ungkapnya sambil menjelaskan DSS adalah shock yang dialami oleh penderita penyakit tertentu akibat perubahan volume cairan dan darah di dalam tubuh yang cepat.

Dalam kesempatan tersebut, Irayanti menghimbau orangtua yang mendapti balitanya panas lebih dari tiga hari, agar diperiksa intesif di rumah sakit terdekat untuk menghindari resiko yang lebih fatal. “Kepada orangtua yang mendapati anaknya menderita demam yang tinggi selama tiga hari, agar segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Hingga penanganan terhadap anak dapat dilakukan secara intensif,” imbaunya. Sementara itu, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, penderita DBD di RS M Djamil Padang relatif stabil. Pada bulan Desember, total penderita DBD mencapai 114 orang. Sedangkan hingga tanggal 20 Januari, penderita DBD berjumlah 53 orang. Terkait dengan perubahan cuaca Padang yang terjadi saat ini, diakui Irayanti cukup berpengaruh. dari pengalaman sebelumnya, bulan Januari hingga Maret yang merupakan musim hujan, pasien DBD di RS M Djamil Padang meningkat. Kemudian turun pada tiga bulan berikutnya dan naik lagi di bulan Juli hingga September.

“Memang belum ada penelitian khusus tentang pengaruh perubahan cuaca terhadap peningkatan pasien DBD. Namun biasanya di bulan peralihan dari panas ke hujan, terjadi peningkatan pasien,” ujarnya mengatakan sepanjang tahun 2007, RS M Djamil Padang menangani 1.500 pasien DBD dan tahun 2008 sebanyak 1.123 pasien.(ant,dis)


eXTReMe Tracker