GMC akan Pengaruhi Gelombang
PADANG-Perubahan cuaca secara ekstrim tidak akan terjadi akibat fenomena Gerhana Matahari Cincin. Menurut Kasi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun Tabing Padang Amarizal, gerhana tersebut hanya melewati bumi dalam hitungan beberapa jam saja. “Meski demikian, mungkin akan berpengaruh terhadap gelombang laut terutama di bagian selatan Sumbar yakni menuju arah Bengkulu, akan mencapai ketinggian 3 meter hingga 4 meter, namun perairan di Sumbar berkisar 2 meter,” kata Amarizal, Senin (26/1). Menurut Amarizal, gerhana tidak terlihat jelas di Kota Padang, apalagi kalau cuaca berawan. Namun Amarizal mengingatkan bagi warga yang ingin melihat fenomena tersebut jangan menggunakan mata telanjang. “Harus pakai kamera berfilter atau teropong, sebab kalau melihat langsung dapat merusak mata,” katanya.Hanya Sebagian
Gerhana matahari cincin yang terjadi, Senin (26/1) kemarin, sekitar pukul 13.06 WIB hanya terlihat penuh hanya di beberapa daerah. Di Sumatera, gerhana akan terlihat penuh di Pulau Enggano, Bandar Lampung, Pringsewu, Kota Bumi, Tanjung Karang, Gunungsugih, Batu Raja, Kalianda, Bakahuni, G.Krakatau, Pulau Belitung. Sementara di Jawa akan terlihat di Merak, Serang dan Banten. Di Kalimantan akan terlihat di Pangkalanbun, Palangkaraya, Muarateweh, Tanjungredep, Batuputih, Samarinda, Bontang sedang di Sulawesi akan terlihat di Tolitoli dan Ogatua.
Sementara di tempat lain, seperti di Kota Padang akan terlihat namun hanya sebagian dan tidak presis. Gerhana ini akan terjadi pada sepanjang 14.500 km dengan lebar jalur bayang-bayang bulan yang menutupi sinar matahari selebar 280 km atau melewati 0,9 persen luas seluruh permukaan bumi dengan lama gerhana 3 jam 46 menit.
Namun BMKG memperingatkan masyarakat yang akan melihat gerhana langsung, jangan melihat dengan mata telanjang dan harus menggunakan peralatan pengaman mata seperti negative film, kamera berfilter, kacamata las. Kacamata hitam biasa tidak dianjurkan karena tidak bisa menahan radiasi. (pkc,tdb)