Anggaran Belum Jelas, Diundur
PEKANBARU-Penunjukan Riau sebagai tuan rumah Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) tiga cabang olahraga dinilai tidak ada manfaatnya. Selain dana akomudasi menjadi tanggung jawab Riau, atlet bumi Lancang Kuning yang masuk dalam proyek KONI pusat ini sangat minim. “Kita harus mempertimbangkan manfaatnya bagi Riau. Kalau hanya menghabiskan dana saja, untuk apa kita terima menjadi pelaksanaan Pelatnas. Apalagi, atlet kita di Pelatnas ini hanya bisa dihitung dengan jari,” kata salah satu pengurus cabang olahraga di Riau.
Untuk program Pelatnas kali ini, KONI pusat menunjuk Riau untuk menjadi pelaksanaan tiga cabang olahraga yakni sepak takraw, golf dan angkat besi. Sayang, dari 50 atlet yang akan menjalani pelatihan hanya empat atlet berasal dari Riau. Parahnya lagi, untuk cabang angkat besi tak satupun atlet Riau yang terpilih. “Inikan sangat lucu. Hanya untuk kepenting lain, kita rela mengeluarkan dana yang jumlahnya tidak sedikit. Saya rasa dana untuk itu lebih baik digunakan untuk persiapan Riau menghadapi PON mendatang. Apalagi, di PON nanti tugas kita sangat berat,” ujarnya. Berbeda dengan H Zulkifli Saleh. Wakil Ketua Umum KONI Riau mengatakan dengan ada program Pelatnas di Riau ini diharapkan pelatih-pelatih lokal bisa menambah ilmu. Disamping itu juga dapat memberikan kesempatan kepada atlet daerah untuk bisa belajar dan try out lebih banyak lagi demi pengembangan kualitas atlet. “Program ini kita harapkan memang betul-betul dimanfaatkan oleh atlet dan pelatih daerah, karena program ini sangat berharga sekali,” ujar Zulkifli Saleh, Senin (9/2). Tentang kesiapan Pelatnas, Zulkifli mengakui memang masih terdapat beberapa perbedaan pendapat dengan pihak KONI pusat. Ia menjelaskan, saat ini beberapa hal masih didiskusikan dengan KONI pusat. “Soalnya ada beberapa hal yang belum jelas baik tentang bagaimana pakaian atlet dan pelatih, perlengkapan latihan dan lain-lain. Kalau soal dana memang belum ada, tapi kita bersama Pemprov mencari alternatif lain, kita sudah melaporkannya hal ini kepada Gubri,” tandas Zulkifli menutup pembicaraan.
Ditunda
Rencananya atlet Pelatnas ini berada di Riau, Senin (9/2) kemarin. Tapi, karena belum duduknya masalah anggaran dan bentuk sharing dengan KONI pusat, kedatangan atlet tersebut terpaksa ditunda. Pihak Dinas Pemuda dan Olahraga serta KONI Provinsi Riau menyepakati, kedatangan atlet dan pelatih ini pada 25 Februari mendatang. “Ditunda dulu. Soalnya anggaran belum tersedia baik di KONI maupun di Dispora. Kita telah minta kepada Gubernur dan kita masih menunggu itu. Kita sepakati mereka datang ke Riau tanggal 25 Februari ini,” terang Kepala Dispora Riau H Lukman Abbas.
Terkait dengan fasilitas, sejauh ini Dispora Riau telah menyiapkan beberapa lokasi untuk menggelar Pelatnas ini. Untuk sepak takraw, mengingat belum adanya GOR khusus sepak takraw, cabang ini akan digelar di Hall Basket Sport Centre Rumbai, sementara cabang angkat besi di kawasan Rindu Sepadan, Minas dan cabang golf di Labersa Golf dan Resort, Kampar. Saat ini berkembang isu yang menyebutkan program Pelatnas tersebut terkesan akal-akalan KONI pusat untuk memanfaatkan daerah memuluskan kelangsungan program pembinaan atlet nasional melalui Pelatnas. Beberapa waktu lalu, persoalan sempat memanas dan mencuat soal benturan program Kementrian Pemuda dan Olahraga (Menegpora) yang ngotot dengan Program Atlet Andalannya (PAL) sementara itu KONI pusat masih ngotot mempertahankan Pelatnas yang telah dimiliki selama ini. (hir,sad)