DPRD Sumut Nilai Water Bus ‘Proyek Mimpi’



MEDAN - Kalangan DPRD Sumatera Utara menilai rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut membangun sarana transportasi water bus ke Bandara Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang hanya mimpi dan sulit diwujudkan. “Itu hanya mimpi atau sekadar kamuflase untuk menutupi kinerja Dishub yang buruk selama ini,” ujar Sekretaris Komisi C DPRD Sumut, H Andjar Amry di Medan, Kamis pekan lalu. Menurut dia, rencana Dishub tersebut tidak lebih sebuah bualan besar yang tidak jelas arahnya. “Kadishub sebaiknya jangan terlalu muluk-muluk membuat program jika tidak ingin disebut pembual. Pejabat semestinya lebih memikirkan efesiensi dan efektivitas program untuk kepentingan masyarakat,” katanya. Pada kesempatan itu, ia juga mempertanyakan jalur kapal fery yang bakal dipersiapkan Dishub untuk mendukung sarana transportasi water bus tersebut, apakah menggunakan jalur sungai atau laut.“Pelabuhan untuk bongkar muat penumpang dan barang juga harus dibangun untuk mendukung sarana transportasi water bus ini dan anggaran untuk itu pasti sangat besar,” ujarnya. Politisi dari PBR itu juga menilai water bus hanya menambah beban karena calon penumpang dari Medan mesti ke Belawan dulu. “Bisa dibayangkan betapa repotnya calon penumpang harus gonta-ganti transportasi hanya untuk menuju Bandara Kualanamu. Harusnya kita buat program yang simpel dan tidak memberatkan masyarakat,” ujarnya. Jika rencana Dishub Sumut menyiapkan water bus untuk mengurangi kemacetan, menurut Andjar, itu bukan solusi yang tepat bahkan justru mengada-ngada. Daripada memikirkan program yang muluk-muluk, Kadishub Sumut sebaiknya mengoptimalkan tugas-tugas utama seperti pengawasan terhadap kelebihan muatan angkutan yang membuat jalan cepat rusak. “Kerusakan jalan di Sumut sudah cukup parah, jangan lagi kerusakan jalan tersebut ditambah dengan lemahnya pengawasan di jembatan timbang yang terkesan mengejar target PAD saja,” katanya.

Anggota DPRD Sumut dari FPDIP, Isrok Anshari Siregar juga memberikan penilaian yang sama dengan Andjar. “Seolah-olah hendak membuat program yang bombastis, padahal tidak masuk akal karena tidak ada jalur sungai atau laut dekat lokasi Bandara Kualanamu,” ujarnya. Selain itu, menurut Isrok, untuk mendukung ‘water bus’ juga harus dibangun akses jalan dari pelabuhan terdekat ke Bandara Kualanamu dan dipastikan menelan anggaran cukup besar.

“Terus terang kita tidak setuju kalau untuk membangun pelabuhan dan akses jalan menuju bandara diambil dari APBD Sumut, karena manfaatnya tidak ada dan dikhawatirkan juga tidak ada peminatnya,” katanya.(ant,dis)


eXTReMe Tracker