Negara Asean Setujui Aksi Ekonomi
Atasi Krisis Keuangan Global
THAILAND-Para pemimpin negara-negara di Asia Tenggara menyerukan peningkatan kerja sama terpadu kawasan untuk membantu mengatasi dampak krisis keuangan global. Kesepuluh negara-negara di kawasan yang tergabung dalam Asean mendukung langkah-langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memudahkan akses terhadap kredit dan menentang proteksionisme. Mereka juga meminta reformasi sistem keuangan internasional sehingga suara negara-negara berkembang lebih terakomodasi. Asean juga ingin menjadi masyarakat ekonomi pada 2015.
Kesemuanya ini dikeluarkan pada akhir pertemuan tingkat tinggi di Thailand yang mencakup keinginan menjadi organisasi seperti Uni Eropa. Namun Asean menegaskan bahwa Uni Eropa bukan sumber inspirasi dan bukan juga akan dipakai sebagai contoh.
Masalah HAM
Di dalam Asean ada beberapa negara yang dianggap tidak demokratis seperti Birma dan Vietnam dan bagi mereka badan hak asasi manusia yang diusulkan Asean sangatlah mengganggu. Tidak itu saja. Nama untuk badan hak asasi yang diusulkan saja tidak bisa disepakati. Ini merupakan pertemuan puncak pertama yang melibatkan dialog antara politisi dan perwakilan dari masyarakat sipil namun gagasan itu tidak sepenuhnya efektif. Birma dan Vietnam menolak bertemu beberapa aktivis.
Di bidang ekonomi, ada kemajuan setelah Asean menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Australia dan Selandia Baru. Tanda-tanda integrasi juga terlihat dengan adanya kesepakatan setebal tujuh halaman yang memperbolehkan dokter gigi dari kesepuluh negara untuk berpraktek di kawasan.
Bagi negara-negara Asean yang memiliki sistem birokrasi yang ruwet, ini adalah kemajuan besar.n (bc,mel)