“Saya Bisa Lebih Baik dari SBY”



JAKARTA-Pernyataan politik Jusuf Kalla (JK) kini semakin tajam dan berani pasca-memutuskan maju sebagai capres. Dalam sebuah pertemuan akbar di Makassar, Minggu (1/3), Ketua Umum Partai Golkar itu secara terang-terangan menyatakan, jika ia terpilih nanti, pemerintahannya akan jauh lebih baik dibandingkan saat berduet dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat ini. “Pemerintahan SBY-JK merupakan pemerintahan yang baik, tapi saya bisa berbuat lebih baik,” kata Jusuf Kalla pada Rapat Akbar pimpinan Partai Golkar se Sulsel di Makassar. Ini merupakan pertama kalinya JK menyatakan siap sebagai capres secara resmi di hadapan publik.Pengamat politik UIN Jakarta, Bachtiar Effendy menilai untuk bisa menandingi SBY, memang sudah saatnya JK tampil lebih agresif lagi. JK, kata Bachtiar, harus mengimbanginya dengan berbagai langkah strategis terutama gencarnya sosialisasi di tingkat bawah. “Langkah JK untuk saat ini masih sangat biasa dibandingkan SBY. Sikap dalam pemerintahanan pun, JK masih sangat merendah. Padahal itu bisa mendongkrak suara dan kepercayaan publik. Bila dia bisa mengambil bagian dalam langkah yang konkret menyelesaian masalah-masalah pemerintahan, hasil ke depan akan berubah,” kata Bachtiar Effendy di Jakarta. Bachtiar menambahkan, peluang JK untuk menandingi SBY masih sangat besar. Masih ada waktu 3 bulan yang bisa dimanfaatkan dalam rentang waktu itu untuk mengubah kondisi saat ini. “Peluang JK menjadi RI 1 masih sangat besar. Tapi, bila melihat kondisi sekarang yang konstan, SBY yang paling diuntungkan. Angin bertiaup ke SBY. Kemudian Mega, dan JK pada ututan ketiga. Bila JK mau lebih agresif saja, SBY akan terkapar dan tertandingi,” tukas Bachtiar.

Niat Baik
Sebelumnya DPD I Sulsel dan Sulbar membacakan pernyataan sikap untuk mendukung penuh pencalonan JK sebagai capres 2009 dari Partai Golkar. Namun dalam pernyataan sikap tersebut tetap menghormati dan mengikuti mekanisme partai termasuk melalui Rapimnassus. “Saya selalu berniat dengan baik saya ingin seluruh rakyat Indonesia bisa hidup damai dan dapat berusaha dengan tenang,” kata JK yang disambut tepuk tangan ribuan kadernya. Untuk itu, ia meminta dukungan sekaligus doa dari seluruh kader dan masyarakat Indonesia. Dalam pernyataan lainnya JK mengaku merasa terhormat dan terharu atas pernyataan sikap yang disampaikan. “Pemimpin bukan hanya butuh popularitas. Kadang-kadang butuh kritikan dan hujatan, tapi yang terpenting niat baik kita,” katanya.

Di hadapan massa partai berlambang beringin itu, JK juga menjanjikan akan memperbaiki seluruh infrastruktur jalan maupun pengairan yang dibutuhkan. Ia meminta seluruh kader agar bekerja keras untuk memenangkan partai Golkar. “Semua DPD I se Indonesia meminta saya untuk memimpin bangsa. Saya terima sebagai tanggung jawab. Saya berterima kasih atas amanah yang diberikan pada saya. Bagi saya tak pernah mundur dari amanah selama untuk kepentingan bangsa,” kata JK yang disambut tepuk tangan. Dalam kesempatan itu JK juga menyentil hasil survei sejumlah lembaga survei yang belakangan tidak bersahabat dengan Partai Golkar. Menyikapi hal itu, JK meminta kadernya menjadikan hasil survei sebagai motivasi bekerja lebih baik untuk menjadi pemenang pemilu 9 April mendatang. “Banyak orang menulis tentang survei, kita mempercayai survei untuk melihat framenya. Makanya, hasil survei justru kita jadikan sesuatu yang memicu kita semua berbuat jauh lebih baik dari sekarang,” papar JK.

Optimis Kalahkan JK
Sementara itu di tempat berbeda, mantan petinggi Golkar Akbar Tandjung yakin bakal diusung Partai Golkar sebagai capres. Dia pun yakin bisa menyingkirkan calon lainnya termasuk Jusuf Kalla dan Sultan. “Insya Allah optimis. Mudah-mudahan saya bisa, harapan saya DPD Golkar masih ingat pada saya,” kata Akbar di sela-sela pernikahan Wakil Ketua KPK M Jasin di Hotel Savoy Homan, Jl Asia Afrika, Bandung kemarin. Menurutnya, penjaringan calon presiden saat ini sedang dilakukan dan pada pertengahan Maret nanti sudah diterima DPP. “Kebetulan kita kontak, komunikasi, menghubungi daerah dan serahkan kepercayaan pada saya,” tambahnya.

Sementara itu, terkait Partai Demokrat yang unggul dalam survei yang digelar Lembaga Survei Indonesia (LSI). Hal ini dianggap sebagai peringatan bagi Golkar untuk lebih waspada. “Ini bisa menjadi tantangan dan agak sedikit menjadi warning. Dan masih ada waktu 1 bulan,” tutur Akbar. Menurutnya, memang suatu survei itu tentu dilihat sejauh mana metodologinya. Dan kalau benar, bisa menjadi tolok ukur dari elektibiltas parpol. “Kalau itu kan survei pada saat ini, pemilu kan 9 April jadi masih ada fluktuasi dan perubahan,” ujarnya. Dia juga telah melakukan komunikasi dengan DPD Golkar DKI sejauh mana kesiapan caleg-caleg. “Kami sudah melakukan persiapan semaksimal mungkin. Golkar harus betul-betul alert dan waspada menghadapi persaingan,” tutupnya. (dtc,ant,inc,tun)


eXTReMe Tracker