Waspada, Puting Beliung Masih Berpeluang Terjadi



Puluhan Rumah Rusak di Kampar

PEKANBARU-Pasca menerjang sejumlah daerah di Riau pada Rabu dan Kamis lalu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Pekanbaru memperkirakan angin puting masih berpeluang terjadi dengan kecepatan di atas 30 knot. Forescaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ardhitama mengatakan, saat ini iklim di Riau masa peralihan (pancaroba) dari musin hujan ke musin kemarau, ditambah posisi matahari masih berada di sekitar equator. Kondisi ini membuat cuaca tidak dapat diprediksi, kadang panas dan tiba-tiba hujan disertai angin kencang.

“Bulan April merupakan puncak hujan tertinggi di Riau, posisi matahari juga masih berada di sekitar equator. Kondisi ini menyababkan cuaca tidak menentu, siang hari panas menyengat sorenya tiba-tiba mendung dan disertai angin kencang,” terang Ardhitama menjawab Riau Mandiri, Jumat (24/4). Angin kencang yang terjadi pada Rabu dan Kamis malam di sejumlah daerah di Riau dapat dikategorikan puting beliung. Pantauan BMKG kecepatan angin pada Kamis malam lalu 50 km/jam. “Kecepatan angin di atas 30 km/jam sudah dikategorikan puting beliung. Seperti yang terjadi di Kampar kecepatan anginnya 50 km/jam,” kata Ardhitama BMKG memperkirakan hingga akhir April angin kencang masih berpeluang terjadi, akan tetapi tidak dapat diprediksi pergerakannya karena sifat seketika dan temponya singkat. Dari hasil monitoring citra satelit awan, analisa streamline dan kondisi fisis serta dinamis udara, pada umumnya Riau cerah sampai dengan berawan. Kondisi ini hampir merata di semua kabupaten atau kota. Peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di Riau bagian selatan seperti Kuansing, Inhu dan Pelalawan pada sore hingga malam.

Terjang Kampar
Angin puting beliung kembali menerjang wilayah Kabupaten Kampar, Kamis (23/4). Setidaknya ada tiga wilayah yang menjadi sasaran, yakni Kecamatan Siak Hulu, Gunung Sahilan dan XIII Koto Kampar. Camat Siak Hulu Syahrial Abdi kepada Riau Mandiri, Jumat (24/4), menjelaskan, angin puting beliung melanda beberapa desa di Kecamatan Siak Hulu, khususnya desa-desa yang berada di sepanjang aliran sungai Kampar seperti Teratak Buluh, Lubuk Siam, Pangkalan Baru dan Buluh Cina. Angin puting beliung terjadi sekitar pukul 17.30 WIB yang diawali cuaca mendung dan angin kencang yang disertai hujan deras. Musibah ini merusak rumah warga, masjid dan tiang listrik. Bangunan yang rusak parah diantaranya kubah Masjid Nurul Islam Lubuk Sakat dan sebuah rumah warga yang hampir seluruh atapnya diterjang angin. Pemerintah kecamatan masih melakukan pendataan. Hasil sementara satu rumah rusak berat, satu masjid dan tujuh rumah rusak ringan serta tiga tiang listrik tumbang. Kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta.

Saat ini warga mengeluhkan terputusnya aliran listrik. Camat berharap hal ini segera diatasi PLN. “Sampai sore tadi saya cek belum ada perbaikan aliran listrik,” jelas Syahrial Abdi. Sementara di Kecamatan Gunung Sahilan angin puting beliung melanda dua desa, Desa Gunung Sahilan dan Sahilan Darussalam. Camat Gunung Sahilan Ranayus mengungkapkan, ada 36 rumah yang rusak akibat musibah angin ini. Kerugian ditaksir 52 juta. “Kerugian sedang didata oleh pihak Dinas Sosial dan Tenaga Kerja,” jelas Camat.

DI Kecamatan XIII Koto Kampar, puting beliung menerjang Desa Balung. Dua los rusak berat dan satu los rata dengan tanah akibat musibah ini. Kades Balung M Syafii melalui Kaur Pembangunan Doni Fasla mengatakan, kejadiannya sangat singkat, dalam hitungan detik puting beliung meluluhlantakkan 3 los pasar. Pasar yang dibangun melalui dana PNPM tahun 2007 lalu, merupakan pasar tradisional untuk keperluan warga setempat mengingat daerah ini terisolir. (lel,oni,her)


eXTReMe Tracker