CCTV Cepat Rusak Dipertanyakan
Lebih 16 Titik Kurang Aktif
PEKANBARU-Kalangan anggota DPRD Pekanbaru mempertanyakan banyaknya kamera pemantau atau closed circuit television (CCTV) yang beroperasi lebih kurang satu tahun, sudah banyak yang rusak. Mestinya yang rusak juga harus rutin diperbaiki hingga tetap bisa berfungsi secara optimal. Demikian ditegaskan anggota Komisi I DPRD Pekanbaru Sabarudi, Kamis (4/6), setelah mendapatkan informasi ada sekitar 16 titik dari 56 titik CCTV kurang berfungsi dengan baik.
“Masa baik penggunaan sebuah alat itu mesti ada limitnya, dan kalau memang faktor alam turut mempengaruhi memang sulit mempolemikkan, tetapi saya menilai alat itu terlalu cepat rusak, ini yang menjadi pertanyaan,” ujar Sabarudi. Dikatakannya, dengan anggaran CCTV termasuk automatic control traffic system (ACTS), yang menelan dana sekitar Rp7,6 miliar melalui APBD 2007, mestinya dirawat dengan baik. Karena sarana itu jelas aset daerah. Ia menyarankan Pemko melalui instansi terkait memanggil kembali pihak pemenang pengadaan alat itu, apakah alat itu sesuai spesifikasi dan kualitasnya sama semua. Dengan demikian, sarana yang dibiayai melalui uang APBD itu betul-betul bermanfaat bagi pembangunan kota ini. “Saya sarankan Pemko panggil kembali dinas terkait, selain mempertanyakan mengapa bisa secepat itu rusak, juga diminta membantu mengoptimalkan kembali alat itu, ini tentu juga harus mengacu pada aturan,” katanya. Lebih lanjut kata Sabarudi, pihaknya merencanakan untuk bisa melihat langsung ruang operator alat itu, termasuk kondisi di lapangan di mana titik CCTV dan ATCS itu dipasang. Sebab menurutnya, bukan hanya CCTV saja yang belum berfungsi maksimal, tetapi juga ATCS. Karena masih ada saja traffic itu mati, bahkan bermasalah. Seperti di persimpangan Jalan Arifin Achmad-Soekarno Hatta, sering sekali pada sore hari, lalu lintas macet, karena traffic light itu tidak beraturan, kadang merah semua setiap persimpangan, kadang hijau semua dan kuning, juga sering mati. “Atau di lokasi itu tidak termasuk ATCS,” katanya.
Sementara itu, di lain kesempatan, anggota Komisi IV DPRD Abunawas mengatakan, ia juga belum pernah melihat ruang monitor CCTV yang berada di lantai dua Kantor Dishub Kominfo itu. Menurutnya, ini perlu dilihat, di samping seperti apa kerja petugas kontrol itu, juga diperkirakan akan dengan mudah mendeteksi titik mana yang rusak. “Bukankah, bisa dilihat mana yang berfungsi dan tidak dari sisi layar monitor itu,” katanya.
Sebelumnya, Kasi Pengendalian Lalu Lintas Dishub Kominfo Pekanbaru, Sunarko mengatakan, faktor alam yang terkadang ikut mempengaruhi kurang berfungsinya dengan baik alat itu. CCTV tersebut tersebar di 30 titik dan persimpangan jalan dalam kawasan Kota Pekanbaru. “Ada 56 unit, tapi yang aktif kurang lebih 40-an unit. Yang rusak saat ini sedang diperbaiki,” katanya. (lah)