Angelina Sondakh mulai terbuka soal keputusannya memilih vakum sementara waktu dari kekasihnya, Adjie Massaid. Menurut Puteri Indonesia 2001 dan kini menjadi anggota DPR ini, salah satu alasannya adalah karena kecintaannya pada sang ayah.”Keputusan vakum ini saya ambil karena saya harus mempertimbangkan keluarga juga, terlebih ayah saya. Saya bisa begini karena dia,” ujar Angie, sapaan Angelina Sondakh, saat ditemui di salah satu kafe di Jakarta Selatan, Rabu (11/4).
Seperti diberitakan, keputusan Angie ’bubaran’ sementara waktu dengan Adjie disebut-sebut karena adanya perbedaan keimanan di antara mereka. Karena sampai saat ini belum ada titik temu, akhirnya mereka memutuskan untuk vakum dulu.
Perempuan bernama lengkap Angelina Patricia Pingkan Sondakh ini mengatakan, terkait hubungannya dengan mantan suami penyanyi Reza Artamevia itu, ayahnya, Prof Dr Ir Lucky Sondakh, MSc, menyerahkan semua keputusan kepadanya. Akan tetapi, hatinya terketuk saat bersama Adjie bicara soal masa depan hubungan mereka pada ayahnya.
“Waktu itu ayah saya bilang, semua keputusan diserahkan kepada saya. ‘Kalaupun nanti papa mati, itu semua tetap kamu yang menjalani’,” ungkap Angie. Cewek kelahiran Australia, 28 Desember 1977, ini pun mencoba meresapi pernyataan ayahnya. “Saya bisa begini karena papa. Saya waktu jadi Puteri Indonesia minta masukan kepada papa. Mau terjun ke panggung politik karena papa juga. Ibaratnya, hidup saya 50-50 dengan ayah saya,” kata Angie.
Dengan keputusan vakum ini, kata Angie, tidak berarti sekarang ia putus komunikasi dengan Adjie. Komunikasi, diakui Angie, tetap ada, tapi tidak seperti dulu lagi. Ia pun sering teringat kepada anak-anak Adjie, Zahwa dan Aaliah, sebab selama ini terbilang dekat dengannya. Disinggung soal kabar kedekatan Adjie dengan Denada setelah Angie menyatakan hubungan asmaranya dengan Adjie vakum, bagi Angie tidak menjadi masalah. Justru dirinya senang seandainya mereka benar jadian. “Saya tidak bisa memungkiri saya sedih dengan keputusan ini, tetapi saya harus siap. Saya tidak ingin terjebak dengan perasaan, saya harus memakai logika juga,” katanya.
Lebih lanjut dia bilang, “Keputusan ini diambil agar kita berpikir ulang tentang hubungan ini. Apakah masih terus dipertahankan atau selesai. Kasarnya, lebih baik bubaran waktu pacaran daripada cerai setelah menikah. Bagi saya, pernikahan itu bukan main-main. Itu terjadi hanya sekali seumur hidup, kecuali maut yang memisahkan.” (n kcm,din)