Mengejar Impian

MALAYSIA-Melaju ke babak grand final Piala Merdeka Games, suatu hal yang mengembirakan bagi Timnas Indonesia. Maklum selama ini skuad Merah-putih belum tersentuh ke jalur tersebut. Apalagi mahkota juara yang masih langka bagi Bambang Pamungkas dan kawan-kawan.

Kini peluang untuk mengujudkan impian tersebut cukup terbuka saat Indonesia bentrok melawan Mnyamar dalam grand final, yang akan berlangsung di Stadion Shah Alam, Selanggor, Selasa (29/8).

Dibawah asuhan pelatih asal Inggris, Peter Withe timnas Indonesia mulai menunjukan grafik penampilannya. Seri dua kali melawan Malaysia(1-1) dan Mnyamar (0-0) serta menang atas tim kuat, Thailand 1-0, sebagai bukti bahwa kekuatan itu sudah terlihat.

Kondisi ini tentu saja sangat menguntungkan bagi Indonesia. Meski Mnyamar mampu membuat kejutan dengan menyingkirkan tuan rumah setelah menang 2-1 untuk lolos ke final, tapi tetap saja kualitas mereka masih di bawah Indonesia.

Tapi, sang pelatih tidak mau berpuas diri. Bagi dirinya hasil dilapangan adalah buktinya. Untuk itu Peter Withe memperingkatkan awaknya agar tidak menganggap remeh, Zaw-Zaw cs.

Apalagi penampilan Myanmar di fasa penyisihan sangat bagus. Bermain imbang 2-2 dari tim kuat Thailand dan menahan Indonesia tanpa gol dan membungkam Malaysia, 2-1, menunjukan bahwa mereka memiliki kolektivitas pertamain yang bisa merepotkan Indonesia.

” Malaysia telah merasakan kekalahan kerana menyepelekan permain Myanmar. Kami harus ekstra waspada mengantisipasi permainan bertahan mereka serta pola serangan balik yang mungkin akan diperagakan mereka,” kata Peter Withe, seperti yang dikutip dari tabloid bola.

Belum Terlihat

Sayang sampai saat ini Peter belum menentukan format tim yang sesungguhnya. Ini terlihat sejak awal penyisihan, pelatih berambut putih itu selalu melakukan perobahah didalam skuadnya. Tidak itu saja, saat menghadapi Thailand, Zainal Arif yang sebelumnya dibangku cadangkan masuk dalam starting line-up.

Hasilnya memang sangat bagus. Arif tampil sangat baik dan sering kali merepotkan barisan pertahanan lawan. Demikian juga dengan Dian Fachruddin, yang di plot mengantikan Boaz Solossa di sisi sayap kiri. Serangan dari dua sayap itu mulai saling mendukung.

” Dari dua laga sebelumnya saya melihat kelemahan tim ini terlihat di sayap kiri serta pemain depan yang kurang berani dalam melakukan terobosan. Tapi setelah kelemahan ini diperbaiki terlihat permainan mulai hidup,” ujar Peter.

Namun demikian Peter kemungkinan bakal kembali akan melakukan rotasi pemain. Selain memberi kesempatan kepada pemain muda untuk menunjukan kemampuannya, strategi ini bisa membinggungkan lawan.

” Turnamen Merdeka Games ini bukan target akhir. Tapi turnamen ini bagian dari proses untuk menyusun kerangka tim,” lanjutnya.

Sebaliknya, meski mengakui bahwa persiapan hanya sepekan tapi sukses melangkah ke final ini telah membangkitkan motivasi anak-anak Myanmar. Kini mereka merevisi target yakni menjadi juara.

“Semula kami memang tidak menargetkan apa-apa. Tapi melihat perkembang, tak berlebihan jika kami memidik juara,”kata San Win.bbs,bn,sad

This entry was posted in Headline, Skor. Bookmark the permalink.

Comments are closed.