PD Pelabuhan Dumai Bersemai Lirik 2 Proyek

Dumai-Perusahaan Daerah Pelabuhan Dumai Bersemai (PD PDB), siap menangani dua proyek kepelabuhan, dalam waktu dekat. Proyek yang direncanakan itu adalah oil spill (Pengelolaan Pencemaran Minyak di Laut) dan VTIS (Vessel Traffic international System). Hal ini diungkapkan Direktur Utama PD PDB Syafruddin Atan Wahid, saat dengar pendapat dengan Komisi II DPRD Dumai, Senin (28/5). Dikatakan Syafruddin, pihaknya telah menggandeng investor asing, dan dalam waktu dekat akan dilakukan Memorandum of Agreement (Nota kerjasama). “Mudah-mudahan, satu dari dua proyek tersebut, dalam waktu dekat akan dilakukan Master Of Agriment,” ujarnya.Selanjutnya Syafruddin mengatakan, alasan PD melirik proyek oil spill, karena adanya peraturan pemerintah yang baru, tentang pencegahan pencemaran minyak di laut. Pekerjaan tersebut menurutnya, sangat berhubungan dengan industri kepelabuhan, yang memang menjadi bisnis utama PD PDB. “Mempercepat proses kerja sama, kita dari PD Pelabuhan Dumai Bersemai tidak lagi menggunakan system MoU (Master of Understanding), namun MoA (Master of Agriment), agar pekerjaan tersebut dapat langsung dilaksanakan,” ungkapnya.

Syafruddin menambahkan, selain dua proyek yang saat ini dalam proses untuk dikerjakan PD Pelabuhan Dumai Bersemai, dengan merangkul investor, pihaknya masih tetap mencari bidang usaha lain, terutama di bidang kepelabuhanan. Semuanya dengan tujuan akhir untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor pelabuhan. “Jika salah satu proyek ini berjalan, diperkirakan nantinya Pendapatan Asli Daerah dari sektor kepelabuhanan meningkat secara signifikan. PD Pelabuhan Dumai Bersemai tidak tertumpu pada dua proyek itu saja, karena saat ini PD masih mencari peluang lain di bidang jasa kepelabuhanan yang dapat dikerjakan,” tutupnya.(lan)

Incoming search terms:

  • syafruddin atan wahid
  • dumai bersemai
  • PD dumai bersemai
  • peraturan pemerintah tentang spill di pelabuhan
This entry was posted in Duri - Dumai. Bookmark the permalink.

Comments are closed.