PEKANBARU -Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Riau dan Tim Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Riau diminta untuk memperhatikan keseimbangan penganggaran dana APBD Riau untuk pembangunan kabupaten di Riau. Pasalnya, sejumlah kabupaten setiap tahun mendapatkan APBD Riau, termasuk APBD tahun 2007, dalam jumlah sangat kecil.Di antara kabupaten yang setiap tahun menerima APBD Riau dalam jumlah kecil adalah Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, Kampar dan Rokan Hilir. Sebaliknya, sejumlah kabupaten lainnya, mendapatkan APBD Riau Rp200 miliar lebih.
Hal itu dikatakan anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan Inhu-Kuansing, Abu Bakar Siddik, Senin (31/7), menyikapi tidak proporsionalnya perhatian Pemprov Riau terhadap kabupaten dan kota di Riau dalam alokasi APBD Riau, sehubungan akan dilakukannya pembahasan APBD Perubahan Riau tahun 2007.
Abu Bakar Siddik mengungkapkan, dari Rp4,2 triliun APBD Riau tahun 2007, hanya sekitar Rp16 miliar diarahkan ke Inhu untuk program fisik dan ke Kuansing hanya Rp58 miliar. Relatif kecilnya dana itu menurut politisi muda Golkar Riau ini tak lepas dari tersedotnya hampir seluruh dana di Diskimpraswil Riau ke proyek fisik multiyears di kabupaten tertentu. Sehingga daerah yang tak mendapat proyek multiyears menjadi lamban perkembangannya.
Menurut Abu Bakar, dulu TAPD berjanji akan mengakomodir daerah-daerah yang kurang mendapatkan dana APBD Provinsi dan tidak dilewati proyek multiyears, akan diberikan dana yang proporsional. Melalui APBD Perubahan ini diharapkan hal itu dibuktikan.
Misalnya, ungkap Abu Bakar Siddik, pembangunan jalan dari arah Sumatera Barat ke Inhu dan Kuansing sepanjang 200 km sehingga nantinya makin memperlancar transportasi daerah. Risaukan Satker Selain mengenai masalah proyek fisik, Abu Bakar yang juga anggota Panggar DPRD Riau itu turut merisaukan kinerja para kepala satuan kerja di Pemprov Riau yang dinilai belum menunjukkan kinerja memuaskan mendukung kegiatan Provinsi. Alasan kegugupan birokrat dikemukakan sejumlah satker karena adanya keraguan dalam aturan menurut Abu Bakar bukan alasan. Apa lagi Agustus ini sudah masuk pengajuan APBD Perubahan. Dari data diterima ungkap Abu Bakar, baru 15,8 persen dana APBD Riau digunakan. Hal ini jauh dari target.(yon)